2 Februari 2023
Candi Plaosan Fakta Unik & Sejarah

Candi Plaosan

Candi Yogyakarta tinggalkan riwayat yang tak pernah kering untuk diulas. Selainnya Candi Prambanan dan Candi Borobudur, ada candi disekitaran Prambanan yang harus didatangi yaitu Candi Plaosan.

Candi Plaosan berada tidak jauh dari candi yang terpopuler di Jogja yakni Candi Prambanan. Cuma sekitaran 1 km dari kompleks candi Prambanan, Anda akan mendapati situs purbakala yang istimewa berdiri di tengah-tengah rumput-rumputan hijau. Candi Plaosan.

Candi Plaosan bukan candi tunggal. Candi ini sebagai kompleks dari beberapa candi yang berdiri bersisihan di tempat Dusun Bugisan, Kecamatan Prambanan. Ada dua kompleks candi terbesar yang dikatakan sebagai Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Di Candi Plaosan Lor ada dua candi yang mempunyai rupa yang serupa. Maka dari itu, candi Plaosan kerap disebutkan candi kembar.

Candi Plaosan Lor memiliki ketinggian sekitaran 21 mtr. dengan pintu masuk ada di samping barat. Di tengah-tengah candi ada halaman dengan pendopo dan 3 buah altar di seginya. Adapun Candi Plaosan Kidul yang mempunyai tinggi sama, mempunyai halaman tengah.

Perbedaannya, di Candi Plaosan Kidul ada 8 candi kecil yang terdiri jadi dua tingkat dan berkeliling-keliling candi. Tiap tingkatnya terbagi dalam 4 candi kecil. Selainnya hal itu ada banyak ukir-pahatan tumbuhan yang memikat dari pintu masuk candi Plaosan Kidul.

Menginjak Candi ini pasti tidak kering dari cerita cinta salah satunya raja Mataram Kuno. Rakai Pikatan membuat candi dengan arsitektur kombinasi Hindu-Buddha sebagai bukti keseriusan cinta ke istrinya Pramudya Wardhani.

Candi yang unik. Dibuat dari alatr belakang Rakai Pikatan yang beragama Hindu dan si istri yang beragama Buddha. Kepercayaan ke-2 nya dipersatukan dalam sebuah bangunan persembahan ini.

Menurut narasi, pembangunan candi ini ialah bukti dari ke-2  individu yang sama-sama menyukai ini ke keluarganya yang sebelumnya tidak menyepakati pernikahan ke-2 nya karena berlainan kepercayaan. Serupa lagunya Marchel “Tuhan memang satu, kita yang tidak sama”.

Keseluruhnya kompleks Candi ini mempunyai ukuran sekitaran 440 x 270 mtr. persegi. Cerita cinta ke-2  individu ini dapat disaksikan dari relief dinding masing-masing candi. Karena candi ini menyengaja dibikin untuk bukti cerita cinta ke-2 nya karena itu relief candi berisi mengenai cerita di antara lelaki dan wanita.

Lawatan ke candi Plaosan ini ramai dikunjungi oleh pasangan yang menginginkan jalinan abadi dan bisa ke arah pelaminan sama sesuai cerita cinta Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani.

Lepas dari cerita cinta ke-2  individu berlainan kepercayaan itu, banyak candi candi kecil disekitaran candi besar yang harus dikunjungi. Di tempat candi ini ada pekarangan yang dipakai sebagai tempat bertapa.

Dalam pada itu, dari ada puing-puing candi disekitaran candi Plaosan menambahkan eksotisme kompleks Candi Plaosan. Sampai sekarang, Candi ini masih sebagai candi dengan tahapan riset selanjutnya. Hal itu dapat dilihat dari beberapa lokas yag masih dikeduk dan dipagar.

Candi Plaosan dapat didatangi dari jam 06.00 sampai 17.00. Dengan bayar Rp. 5000, berekreasi ke candi Plaosan dapat menjadi alternatif lawatan selainnya berkunjung Candi Sewu, Candi Prambanan dan Candi Ratu Baka. Atau juga bisa dengan berkunjung ke-3 nya pada sebuah waktu karena lokasinya yang bersisihan.

Nikmati matahari keluar dengan nuansa ceria dan semangat pagi atau nikmati matahari terbenam yang romantis menyongsong malam dapat dilaksanakan di Candi ini semabri rasakan haru biru cerita romantis di antara Rakai Pikatan dengan si istri.

Fakta Unik Candi Plaosan

Ada sejumlah kekhasan yang bakal Anda pahami sewaktu bertandang ke candi yang ada pada Klaten ini. Sejumlah keunikannya yaitu sebagaimana berikut:

1. Ada 2 Candi Induk

Candi pada biasanya cuman punya 1 induk saja, namun tak dengan Plaosan. Ke-2  induk itu berada di sisi selatan serta utara serta ini sebagai pemilah dengan candi yang lain. Didalamnya ada suatu lantai namun tak dapat membuka sisi atasnya sebab tak ada tangga.

2. Ada Tempat Ujian

Tempat ujian yang diterangkan yaitu Mandapa. Mandapa adalah tempat belajar pelajar-murid di candi. Tempat ujian yang mendapatkan pelajar dengan 21 dewa. Dewa-dewa itu bakal duduk di hadapannya agar dapat jadi intelek.

3. Menggambarkan Peristiwa Hubungan cinta

Tentang hal kenapa Candi ini adalah ikon hubungan cinta dalam ketaksamaan. Ketika itu ada seseorang raja yang memiliki nama Rakai Pikatan dari Dinasti Syailendra serta istrinya dari Dinasti Sanjaya. Tentang hal nama dari istrinya yaitu Pramodhawardani serta Rakai Pikatan yang membentuk candi itu selaku wujud cinta kepada istrinya. Sebab perihal itu yang bikin candi ini yaitu wujud cinta dalam ketaksamaan serta toleran. Ada relief yang ceritakan peristiwa dari ke-2 nya.

Fungsi serta Arsitektur dari Candi

Waktu ini manfaat dari candi adalah tempat tamasya yang dipakai pun buat memperbanyak pandangan. Sewaktu datang ke sana anda diharapkan buat melindungi sikap serta jangan pernah buang sampah asal-asalan.

Tempat tamasya ini punya spot poto yang paling instagenik. Tergolong ke candi yang luas serta tiap-tiap sudutnya dapat dieksploitasi. Di satu diantara seginya ada skema bebatuan dari candi perwara yang fotogenik.

Tentang hal arsitekturnya yaitu sebagaimana berikut:

1. Gabungan Di antara Corak Buddha serta Hindu

Candi ini dipisah jadi dua sisi pertama yaitu lor serta kidul. Tentang hal buat wujud terasnya yaitu persegi empat serta diputari oleh dinding. Ada suatu tempat buat melaksanakan semedi ialah suatu gardu.

2. Kerap Dikatakan Candi Kembar

Wujud dari candi yang ada pada sisi lor serta kidul ini benar-benar nyaris serupa jadi kerap disebut yaitu candi kembar . Sehingga sewaktu bertandang kesana, apabila disaksikan dari terlalu jauh ke-2  candi ini kelihatan punya arsitektur yang serupa.

Alamat, Jam Buka, HTM, serta Rute

1. Alamat Candi

Candi ini adalah satu diantara candi yang ada pada Jawa tengah serta posisinya ada dalam Jalan Candi Plaosan Lor Bugisan Kecamatan Prambanan Klaten Jawa tengah. Candi ini dianggap merupakan bukti peristiwa cinta yang terima apa yang ada ketaksamaan.

2. Jam Buka serta Ticket Masuk

Pastinya Anda ingin tahu bukan tentang candi romantis yang satu berikut? Anda dapat hadir kesini dengan bayar cost ticket cuman Rp3.000 tiap-tiap orang. Harga yang paling murah serta jelas Anda bakal senang terlalu lama di dalam tempat ini.

Tidak sama dengan Candi Sewu yang udah membuka start pukul 6 pagi, lokasi Plaosan udah dibuka start pukul 8 pagi hingga 4 sore.

Sejumlah layanan yang disajikan oleh faksi pengurus salah satunya yaitu papan data, kamar mandi, serta tempat parkir.

3. Rute Perjalanan

Apabila pengunjung pergi dari Pusat Kota Klaten jadi waktu yang dipakai buat bertandang ke Plaosan yaitu 39 hingga 44 menit.

Pergi dari Jalan Kalikebo – Mahesa Jenar – Raya Kalikebo – Dimoro – Raya Wanglu – Puntadewa – Diponegoro – Kartini – Candi Plaosan – datang di posisi sisi kiri jalan.

Candi Plaosan adalah wujud cinta sejati 2 orang yang beda kepercayaan serta masih menyenangi dengan setulus hati. Buat yang lagi ada dalam Klaten serta ingin tahu dengan candi ini, perlu diingat buat bertandang ke sana buat lihat kecantikan candi serta alam disekitarnya.

Jika dari Yogyakarta anda bisa menggunakan layanan Sewa Mobil Jogja dari Kami atau bisa menggunakan layanan Paket Wisata Jogja dari kami agar wisata anda menjadi semakin menyenangkan.

Sejarah Candi Plaosan

Candi Plaosan ada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, lebih kurang 1,5 km ke arah timur dari Candi Sewu. Candi ini sebuah kompleks bangunan kuno yang terdiri jadi dua, yaitu kompleks Candi Plaosan Lor (lor dalam bahasa Jawa mempunyai makna utara) dan kompleks Candi Plaosan Kidul (kidul dalam bahasa Jawa mempunyai makna selatan).

Pahatan yang berada di Candi Plaosan betul-betul halus dan detail, sama sama dengan yang berada di Candi Borobudur, Candi Sewu, dan Candi Sari.

Candi Plaosan yang disebutkan candi Buddha ini oleh beberapa ahli diprediksikan dibikin pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Hindu, yaitu pada awal zaman ke-9 M. Satu diantaranya pakar yang memberi support penilaian itu adalah De Casparis yang berdasarkan pada isi Prasasti Cri Kahulunan (842 M).

Dalam prasasti itu ditegaskan bila Candi Plaosan Lor dibikin oleh Ratu Sri Kahulunan, dengan dukungan suaminya. Menurut De Casparis, Sri Kahulunan adalah gelar Pramodhawardani, putri Raja Samarattungga dari Wangsa Syailendra. Sang Putri, yang beragama Buddha, menikah dengan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, yang beragama Hindu.

Penilaian lain terkait pembangunan Candi Plaosan ialah bila candi itu dibikin sebelum masa pemerintahan Rakai Pikatan. Menurut Anggraeni, yang disimpulkan dengan Sri Kahulunan adalah ibu Rakai Garung yang memerintah Mataram sebelum Rakai Pikatan. Masa pemerintahan Rakai Pikatan terlalu singkat supaya bisa membuat candi sebesar Candi Plaosan. Rakai Pikatan membuat candi perwara setelah masa pembangunan candi pokoknya.

Pada bulan Oktober 2003, di kompleks dekat Candi Perwara di kompleks Candi Plaosan Kidul ditemukan sebuah prasasti yang diprediksikan tiba dari zaman ke-9 M. Prasasti yang dibikin dari lempengan emas mempunyai ukuran 18,5 X 2,2 cm. itu berisi tulisan dalam bahasa Sansekerta yang dicatat menggunakan huruf Jawa Kuno.
Isi prasasti belum ditemui, tapi menurut Tjahjono Prasodjo, epigraf yang ditugasi membacanya, prasasti itu perkuat dugaan bila Candi Plaosan dibikin pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor sebuah kompleks percandian yang luas. Dari muka (barat) kompleks Plaosan Lor ada dua pasang arca Dwarapala yang sama berjumpa, sepasang ada di pintu masuk utara dan sepasang di pintu masuk selatan.

Masing-masing arca dengan tinggi manusia ini ada pada posisi duduk di atas kaki kanannya yang terlipat dengan kaki kiri ditekuk dari muka tubuh. Tangan kanannya memegang gada, dan tangan kiri tertumpang di atas lutut kiri.

Di pelataran utara ada teras batu berbentuk persegi yang dikelilingi oleh deretan umpak batu. Diakui teras batu itu sebagai tempat tempatkan sesajian. Beritanya di atas teras itu sebelumnya ada bangunan dari kayu, dan di atas masing-masing umpak sebelumnya ada sebuah arca Dhyani Buddha.

Teras yang serupa tapi mempunyai ukuran lebih kecil berada di selatan kompleks Candi Plaosan Lor. Di pelataran utara kompleks Candi Plaosan ada 6 buah stupa besar.

Di pusat kompleks Candi Plaosan Lor ada dua bangunan tingkat dua yang disebutkan candi khusus. Kedua bangunan itu menghadap ke barat dan masing-masing dikelilingi oleh pagar batu.

Dinding batu yang batasi masing-masing candi khusus dikelilingi oleh candi perwara yang awalnya beberapa 174, terbagi dalam 58 candi kecil berdenah dasar persegi dan 116 bangunan berbentuk stupa.

Tujuh candi berbaris di masing-masing sisi utara dan selatan setiap candi khusus, 19 candi berbaris samping timur atau belakang kedua candi khusus, dan 17 candi kembali berbaris dari muka kedua candi khusus. Mayoritas candi perwara itu saat ini pada keadaan hancur.

Tiap sudut barisan candi perwara masih tetap ada sebuah candi kecil lagi yang dikelilingi oleh dua barisan umpak yang disisipin dengan sebuah candi kecil kembali tiap sudutnya.

Disamping barat pagar batu yang memutari masing-masing bangunan khusus ada sebuah gerbang berwujud gapura paduraksa, dengan atap yang dihias deretan mahkota kecil.

Puncak atap gapura berbentuk persegi dengan mahkota kecil di atasnya.

Masing-masing bangunan candi khusus berdiri di atas kaki dengan tinggi sekitar 60 cm tanpa selasar yang memutari tubuhnya. Tangga ke pintu dilengkapi dengan pipi tangga yang memiliki hiasan kepala naga di pangkalnya.

Frame pintu dihias pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran. Di atas tingkat pintu ada hiasan kepala Saat tanpa rahang bawah.

Sepanjang dinding luar tubuh kedua candi khusus dihias oleh relief yang mendeskripsikan lelaki dan wanita yang berdiri dalam ukuran yang mendekati ukuran manusia sebetulnya. Relief pada dinding candi yang di selatan mendeskripsikan lelaki, dan pada candi yang di utara mendeskripsikan wanita.

Segi dalam kedua bangunan khusus terdiri jadi enam ruangan, tiga ruangan ada di bawah, dan tiga ruangan lainnya ada di tingkat dua. Lantai papan yang awasi kedua tingkat saat ini tidak ada, tapi pada dinding masih terlihat lajur tersisa tempat memasang lantai.

Di ruang sedang 3 arca Buddha duduk berderet di atas padadmasana menghadap pintu, tapi arca Buddha yang berada di tengah sudah lenyap. Pada dinding di kiri dan kanan ruangan ada lubuk yang kelihatannya sebagai tempat tempatkan penerangan. Lubuk itu diapit oleh relief Kuwera dan Hariti.

Di kiri dan kanan, dekat pintu khusus, ada pintu penghubung ke ruangan samping. Skema di kedua ruangan bawah lainnya, baik di bangunan utara atau di bangunan selatan, sama dengan skema di ruang tengah. Disamping timur ada 3 arca Buddha duduk berderet di atas padadmasana menghadap ke barat. Arca Buddha yang berada di tengah lenyap.

Plaosan Kidul

Candi Plaosan Kidul ada di selatan Candi Plaosan Lor, terpisah oleh jalan raya. Bila di kompleks Palosan Lor kedua candi pokoknya masih tetap berdiri dengan spesial, di kompleks Candi Plaosan Kidul candi pokoknya sudah tinggal beberapa puing. Yang masih tetap berdiri cuma beberapa candi perwara.

Nah itu tadi sahabat sedikit ulasan dari kami mengenai Sejarah, Lokasi, Fakta Unik, Rute dan Tiket Masuk Objek Wisata Candi Plaosan.  Semoga bermanfaat dan Selamat Berlibur

 

 

Media informasi wisata paling penting dan lengkap mengenai berbagai tempat wisata lengkap dengan deskripsi dan cara mencapainya, tempat makan, hotel, penginapan, homestay, sewa transportasi dan berbagai kebutuhan Anda untuk menjadikan liburan Anda berkesan dan istimewa.

Chat Sekarang !
Butuh Bantuan?
Scan the code
Hallo,
Ada yang bisa Kami Bantu?